Opini & Editorial 10 Jun 2025, 17:18

Editorial: Tata Ruang Kota Berkelanjutan: Kunci Kualitas Hidup di Era Perubahan Iklim

Editorial: Tata Ruang Kota Berkelanjutan: Kunci Kualitas Hidup di Era Perubahan Iklim JAKARTA, 11 Juni 2025 – Di tengah perubahan iklim yang semakin terasa, urgensi tata ruang kota berkelanjutan menja...

Editorial: Tata Ruang Kota Berkelanjutan: Kunci Kualitas Hidup di Era Perubahan Iklim

JAKARTA, 11 Juni 2025 – Di tengah perubahan iklim yang semakin terasa, urgensi tata ruang kota berkelanjutan menjadi semakin krusial. Bagaimana kota-kota di Indonesia merespons tantangan ini akan menentukan kualitas hidup masyarakatnya di masa depan. Tata ruang kota yang baik bukan hanya tentang estetika, tetapi juga tentang fungsionalitas, efisiensi, dan ketahanan terhadap dampak lingkungan.

Salah satu aspek penting dari tata ruang kota berkelanjutan adalah pengembangan sistem transportasi publik yang terintegrasi. Pemerintah terus berupaya meningkatkan infrastruktur transportasi publik untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, yang merupakan sumber utama emisi gas rumah kaca. Proyek-proyek seperti LRT Jabodebek, yang telah melayani 162 ribu penumpang selama libur Idul Adha, adalah langkah maju yang perlu terus ditingkatkan dan diperluas.

Namun, transportasi publik hanyalah satu bagian dari solusi. Ruang terbuka hijau juga memegang peranan vital dalam menciptakan kota yang layak huni. Taman kota, hutan kota, dan area hijau lainnya tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota, tetapi juga sebagai ruang rekreasi dan interaksi sosial bagi masyarakat. Sukabumi, misalnya, tengah gencar melakukan gerakan menghentikan polusi plastik, sebuah inisiatif yang patut dicontoh oleh kota-kota lain.

Pengelolaan limbah yang efektif juga menjadi kunci. Bank Pembangunan Daerah (BPD) bahkan menyiapkan dana jumbo untuk mengatasi masalah sampah laut, menunjukkan keseriusan sektor perbankan dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan. Selain itu, inisiatif sterilisasi kucing gratis yang diadakan oleh Sudin KPKP Jaktim merupakan contoh konkret bagaimana pengelolaan populasi hewan peliharaan dapat berkontribusi pada kesehatan lingkungan perkotaan.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan. Pencabutan izin pertambangan di Raja Ampat adalah langkah yang menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. Meskipun izin PT Gag Nikel tidak dicabut, pemerintah menegaskan akan melakukan pengawasan ketat, seperti yang disampaikan oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. "Kita awasi ketat," ujarnya.

Namun, tantangan yang dihadapi tidaklah kecil. Kualitas udara di Jabodetabek masih memprihatinkan, dengan Tangerang menjadi wilayah dengan kualitas udara terburuk. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian polusi udara perlu ditingkatkan secara signifikan. Selain itu, Wakil Menteri HAM juga menyebut bahwa tambang di Raja Ampat mencederai hak atas lingkungan sehat, mengingatkan kita bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan hak-hak masyarakat.

Pemerintah juga berupaya mendorong transisi energi bersih. Indonesia menargetkan 23 persen energi bersih pada 2025, sebuah target ambisius yang membutuhkan investasi besar dan komitmen kuat dari semua pihak. GAC, misalnya, telah meresmikan pabrik perakitan mobil listrik di Indonesia, menunjukkan bahwa industri otomotif juga mulai bergerak menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Namun, upaya transisi energi ini juga harus didukung oleh kebijakan yang tepat dan insentif yang menarik bagi investor. Kemenko IPK menawarkan proyek infrastruktur senilai Rp 200 triliun di ICI 2025, sebuah peluang besar bagi sektor swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Selain itu, kesadaran dan partisipasi masyarakat juga sangat penting. Gerakan-gerakan seperti Indonesia Sharia Forum 2025 dapat menjadi platform untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya ekonomi syariah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Tata ruang kota berkelanjutan adalah investasi jangka panjang untuk kualitas hidup yang lebih baik. Dengan transportasi publik yang efisien, ruang terbuka hijau yang luas, pengelolaan limbah yang efektif, dan komitmen terhadap energi bersih, kota-kota di Indonesia dapat menjadi lebih layak huni, tangguh terhadap perubahan iklim, dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkannya.

Sumber: republika.co.id