Ekonomi & Bisnis 10 Jun 2025, 02:05

Inflasi Mei Terkendali, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan

Jakarta, [Tanggal] – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate pada level [Sebutkan Level Suku Bunga] dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung bulan Ju...

Jakarta, [Tanggal] – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate pada level [Sebutkan Level Suku Bunga] dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung bulan Juni ini. Keputusan ini diumumkan pada hari [Sebutkan Hari] di Jakarta. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingkat inflasi bulan Mei yang dinilai masih terkendali.

Keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga acuan ini sejalan dengan upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Dengan mempertimbangkan perkembangan ekonomi global dan domestik, serta proyeksi inflasi yang masih terkendali, RDG memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate," demikian pernyataan resmi dari BI yang disampaikan oleh [Sebutkan Nama Pejabat BI atau Sumber Informasi].

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan

Beberapa faktor menjadi pertimbangan utama BI dalam mengambil keputusan ini. Pertama, data inflasi bulan Mei menunjukkan angka yang stabil dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan BI. Hal ini memberikan ruang bagi BI untuk tidak terburu-buru menaikkan suku bunga.

Kedua, kondisi perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian akibat tensi geopolitik dan perlambatan ekonomi di beberapa negara maju juga menjadi perhatian. Kenaikan suku bunga secara agresif dikhawatirkan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi domestik.

Ketiga, stabilitas nilai tukar Rupiah juga menjadi prioritas. BI terus melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga Rupiah tetap stabil di tengah tekanan eksternal.

Dampak terhadap Perekonomian

Keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga acuan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian. Suku bunga yang stabil akan menjaga biaya pinjaman tetap rendah, sehingga mendorong investasi dan konsumsi. Hal ini pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Namun, BI juga menyadari adanya tantangan yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah potensi kenaikan inflasi akibat gangguan pasokan dan peningkatan permintaan menjelang hari raya [Sebutkan Hari Raya]. Selain itu, fluktuasi nilai tukar Rupiah juga dapat memengaruhi harga barang impor dan mendorong inflasi.

Prospek ke Depan

Ke depan, BI akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi. BI juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memastikan kebijakan ekonomi yang sinergis dan efektif.

"Kami akan terus memantau perkembangan inflasi, nilai tukar, dan pertumbuhan ekonomi. Jika diperlukan, kami siap mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi," tegas [Sebutkan Nama Pejabat BI atau Sumber Informasi].

Keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga acuan ini menunjukkan komitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global. Diharapkan, kebijakan ini dapat memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan masyarakat serta mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Sumber: bisnis.tempo.co