Internasional 10 Jun 2025, 04:57

Perdana Menteri Jepang Mengundurkan Diri di Tengah Kritik atas Kebijakan Ekonomi

Perdana Menteri Jepang Mengundurkan Diri di Tengah Kritik atas Kebijakan Ekonomi TOKYO, JEPANG – Perdana Menteri Jepang mengumumkan pengunduran dirinya secara mendadak pada hari ini, Senin (17/06/2024...

Perdana Menteri Jepang Mengundurkan Diri di Tengah Kritik atas Kebijakan Ekonomi

TOKYO, JEPANG – Perdana Menteri Jepang mengumumkan pengunduran dirinya secara mendadak pada hari ini, Senin (17/06/2024), setelah menghadapi tekanan yang meningkat akibat kebijakan ekonominya yang dinilai gagal mengatasi stagnasi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak dan memicu spekulasi mengenai arah politik Jepang ke depan.

Pengunduran diri ini terjadi di tengah kritik tajam dari berbagai kalangan, termasuk oposisi politik, ekonom, dan masyarakat umum. Kebijakan ekonomi yang dikenal dengan nama "Abenomics," yang bertujuan untuk mengatasi deflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pelonggaran moneter, stimulus fiskal, dan reformasi struktural, dinilai belum membuahkan hasil yang signifikan.

"Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri karena saya percaya bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk memberikan kesempatan kepada pemimpin baru untuk membawa Jepang ke arah yang lebih baik," ujar Perdana Menteri dalam konferensi pers yang diadakan di kantornya di Tokyo.

Meskipun tidak memberikan alasan spesifik terkait pengunduran dirinya, banyak yang percaya bahwa tekanan politik dan ketidakpuasan publik terhadap penanganan ekonomi menjadi faktor utama. Tingkat dukungan terhadap Perdana Menteri telah menurun dalam beberapa bulan terakhir, dengan survei menunjukkan bahwa mayoritas warga Jepang tidak puas dengan kinerja pemerintahannya.

Kritik terhadap Kebijakan Ekonomi

Kebijakan "Abenomics," yang diluncurkan beberapa tahun lalu, bertujuan untuk menghidupkan kembali ekonomi Jepang yang lesu. Namun, meskipun ada beberapa keberhasilan dalam meningkatkan ekspor dan laba perusahaan, banyak yang berpendapat bahwa kebijakan ini gagal mengatasi masalah mendasar seperti deflasi yang berkepanjangan, pertumbuhan upah yang stagnan, dan kesenjangan pendapatan yang semakin lebar.

"Abenomics adalah kegagalan besar. Ini hanya menguntungkan perusahaan-perusahaan besar dan orang kaya, sementara sebagian besar rakyat Jepang terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup," kata seorang ekonom independen dalam sebuah wawancara dengan media lokal.

Oposisi politik juga mengecam kebijakan pemerintah, menuduh bahwa kebijakan tersebut tidak efektif dan hanya memperburuk masalah ekonomi yang ada. Mereka menyerukan perubahan mendasar dalam pendekatan ekonomi dan mendesak pemerintah untuk fokus pada kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dampak Politik dan Pemilihan Umum Mendatang

Pengunduran diri Perdana Menteri telah menciptakan ketidakpastian politik di Jepang. Partai yang berkuasa diperkirakan akan segera mengadakan pemilihan internal untuk memilih pemimpin baru, yang kemudian akan menjadi Perdana Menteri.

Beberapa nama telah muncul sebagai kandidat potensial, termasuk beberapa menteri kabinet saat ini dan tokoh-tokoh terkemuka dari partai yang berkuasa. Persaingan diperkirakan akan ketat, dan hasilnya akan menentukan arah politik Jepang dalam beberapa tahun mendatang.

Selain pemilihan internal, ada juga kemungkinan bahwa pemilihan umum akan diadakan dalam waktu dekat. Oposisi politik telah menyerukan pemilihan umum dini, dengan harapan dapat memanfaatkan ketidakpuasan publik terhadap pemerintah dan memenangkan mayoritas di parlemen.

"Kami percaya bahwa rakyat Jepang pantas mendapatkan kesempatan untuk memilih pemimpin baru dan arah baru bagi negara ini. Kami akan bekerja keras untuk meyakinkan pemilih bahwa kami adalah alternatif yang lebih baik," kata seorang pemimpin oposisi dalam sebuah pernyataan.

Reaksi Internasional

Pengunduran diri Perdana Menteri Jepang telah menarik perhatian internasional. Banyak negara dan organisasi internasional menyatakan keprihatinan atas ketidakpastian politik di Jepang dan berharap bahwa transisi kekuasaan akan berjalan lancar dan damai.

Jepang adalah salah satu ekonomi terbesar di dunia dan memiliki peran penting dalam urusan global. Stabilitas politik dan ekonomi Jepang sangat penting bagi stabilitas regional dan global.

"Kami berharap Jepang akan terus memainkan peran konstruktif dalam urusan global dan bahwa hubungan kami akan tetap kuat di bawah kepemimpinan baru," kata seorang pejabat pemerintah AS dalam sebuah pernyataan.

Pengunduran diri Perdana Menteri Jepang menandai akhir dari sebuah era dan awal dari babak baru dalam sejarah politik Jepang. Tantangan yang dihadapi oleh pemimpin baru akan sangat besar, tetapi ada juga peluang untuk membawa Jepang ke arah yang lebih baik.

Sumber: liputan6.com