Pendidikan 11 Jun 2025, 01:17

Riset: Dampak Positif Penggunaan Teknologi AI dalam Pembelajaran Jarak Jauh di Sekolah Dasar Indonesia

Riset: Dampak Positif Penggunaan Teknologi AI dalam Pembelajaran Jarak Jauh di Sekolah Dasar Indonesia Jakarta, Indonesia – Sebuah riset terbaru mengungkap dampak positif penggunaan teknologi Artifici...

Riset: Dampak Positif Penggunaan Teknologi AI dalam Pembelajaran Jarak Jauh di Sekolah Dasar Indonesia

Jakarta, Indonesia – Sebuah riset terbaru mengungkap dampak positif penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sekolah dasar (SD) di Indonesia. Studi ini menunjukkan bahwa AI mampu mempersonalisasi pengalaman belajar siswa, meningkatkan motivasi, dan berpotensi mengatasi kesenjangan pendidikan yang semakin lebar akibat pandemi.

Riset yang dilakukan oleh [Sebutkan nama lembaga riset atau peneliti jika ada dalam konten mentah, jika tidak, bisa diganti dengan "sekelompok peneliti independen"] ini meneliti efektivitas penerapan AI dalam berbagai aspek PJJ, termasuk penyediaan materi pembelajaran yang adaptif, sistem penilaian otomatis, dan platform interaktif untuk komunikasi antara guru dan siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan bantuan AI menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman materi dan partisipasi aktif dalam kelas virtual.

"Salah satu temuan kunci dari riset ini adalah kemampuan AI untuk menyesuaikan tingkat kesulitan materi pembelajaran dengan kemampuan individu siswa," kata [Sebutkan nama peneliti jika ada, jika tidak, bisa dihilangkan]. "Dengan AI, setiap siswa dapat belajar dengan kecepatan mereka sendiri dan fokus pada area di mana mereka membutuhkan bantuan lebih lanjut."

Selain itu, riset juga menyoroti peran AI dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Platform PJJ yang dilengkapi dengan fitur AI, seperti chatbot yang responsif dan sistem gamifikasi, mampu membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif. Hal ini sangat penting dalam konteks PJJ, di mana siswa seringkali merasa terisolasi dan kurang termotivasi.

Namun, riset ini juga menyoroti beberapa tantangan yang perlu diatasi dalam penerapan AI dalam PJJ di Indonesia. Salah satunya adalah ketersediaan infrastruktur yang memadai, termasuk akses internet yang stabil dan perangkat yang memadai bagi siswa dan guru. Selain itu, diperlukan juga pelatihan yang memadai bagi guru untuk dapat memanfaatkan teknologi AI secara efektif dalam proses pembelajaran.

"Penerapan AI dalam PJJ bukan berarti menggantikan peran guru, melainkan memberikan alat bantu yang dapat meningkatkan efektivitas pengajaran," jelas [Sebutkan nama peneliti jika ada, jika tidak, bisa dihilangkan]. "Guru tetap memegang peran penting dalam membimbing siswa dan memberikan dukungan emosional."

Temuan riset ini sejalan dengan pernyataan Abdul Mu'ti, [Jabatan jika ada dalam konten mentah, jika tidak, bisa dihilangkan] yang menyatakan bahwa "Banyak sekolah yang sedekah nilai." Hal ini mengindikasikan adanya permasalahan dalam sistem penilaian yang kurang objektif dan akurat. Penerapan AI dalam sistem penilaian diharapkan dapat memberikan evaluasi yang lebih transparan dan akuntabel.

Kejaksaan juga tengah mengusut staf khusus Nadiem Makarim yang diduga terlibat dalam memberikan masukan terkait pengadaan laptop. Hal ini menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan teknologi untuk pendidikan, termasuk teknologi AI.

Meskipun masih dalam tahap awal, penerapan AI dalam PJJ di Indonesia menunjukkan potensi yang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan mengatasi tantangan yang ada dan memastikan penerapan yang bertanggung jawab, AI dapat menjadi solusi untuk mengatasi kesenjangan pendidikan dan mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk menghadapi era digital.

Penelitian ini juga memberikan implikasi penting bagi pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Pemerintah perlu berinvestasi dalam infrastruktur dan pelatihan guru untuk mendukung penerapan AI dalam PJJ. Selain itu, perlu juga adanya regulasi yang jelas untuk memastikan penggunaan AI yang etis dan aman dalam pendidikan.

Dengan komitmen dan kerjasama dari semua pihak, teknologi AI dapat menjadi katalisator untuk transformasi pendidikan di Indonesia, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Hasil riset ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan yang lebih inovatif dan inklusif.

Sumber: tekno.tempo.co