Teknologi & Sains 22 Jul 2025, 22:56

Rotasi Bumi Lebih Cepat, Ini Hari Terpendek di Juli dan Agustus 2025

Rotasi Bumi Semakin Cepat, Hari Terpendek Diprediksi Terjadi pada Juli dan Agustus 2025 Jakarta - Bumi diprediksi akan mengalami rotasi yang lebih cepat dari biasanya pada Juli dan Agustus 2025. Fenom...

Rotasi Bumi Semakin Cepat, Hari Terpendek Diprediksi Terjadi pada Juli dan Agustus 2025

Jakarta - Bumi diprediksi akan mengalami rotasi yang lebih cepat dari biasanya pada Juli dan Agustus 2025. Fenomena ini akan membuat beberapa hari terasa lebih singkat, meskipun perbedaannya hanya dalam hitungan milidetik. Lalu, kapan tepatnya hari-hari terpendek itu terjadi, dan apa penyebab rotasi Bumi semakin cepat?

Berdasarkan laporan Time and Date per 10 Juli 2024, hari-hari terpendek diperkirakan akan terjadi pada 9 Juli, 22 Juli, dan 5 Agustus 2025. Data terbaru juga menunjukkan kemungkinan hari terpendek lainnya pada 10 Juli, namun hal ini masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.

Meskipun selisih waktu hanya dalam milidetik, perubahan ini tetap signifikan bagi sistem yang mengandalkan presisi waktu tinggi. Sistem-sistem seperti navigasi satelit, komunikasi global, dan transaksi finansial internasional sangat bergantung pada sinkronisasi waktu yang akurat.

Secara standar, satu hari rotasi Bumi berlangsung selama 86.400 detik atau 24 jam. Namun, durasi ini bisa sedikit bervariasi secara alami. Hingga tahun 2020, rekor hari terpendek yang tercatat oleh jam atom adalah -1,05 milidetik, yang berarti Bumi menyelesaikan satu rotasi penuh lebih cepat dari waktu normal. Rekor ini terus terpecahkan hampir setiap tahun. Pada 5 Juli 2024, hari terpendek tercatat sebesar -1,66 milidetik.

Namun, apa yang menyebabkan rotasi Bumi semakin cepat? Hingga kini, penyebab pasti dari percepatan rotasi ini belum diketahui secara pasti. "Tidak ada yang menduga hal ini," kata Leonid Zotov, pakar rotasi Bumi dari Universitas Negeri Moskow. "Penyebab percepatannya belum dapat dijelaskan."

Beberapa analisis menunjukkan bahwa perubahan ini mungkin berkaitan dengan dinamika di inti dalam Bumi. Namun, para ilmuwan masih terus melakukan penelitian untuk memahami fenomena ini secara lebih menyeluruh.

Implikasi dan Penelitian Lanjutan

Percepatan rotasi Bumi ini memunculkan berbagai pertanyaan dan implikasi yang perlu diteliti lebih lanjut. Meskipun dampaknya tidak terasa langsung bagi kehidupan sehari-hari, konsekuensi bagi teknologi dan sistem yang bergantung pada presisi waktu bisa signifikan.

Salah satu implikasi utama adalah perlunya penyesuaian pada Waktu Universal Terkoordinasi (UTC), standar waktu dunia yang digunakan sebagai dasar untuk berbagai sistem global. Jika rotasi Bumi terus mempercepat, mungkin perlu ditambahkan atau dikurangi "detik kabisat" untuk menjaga sinkronisasi antara waktu atom dan waktu astronomi.

Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme di balik percepatan rotasi ini. Para ilmuwan menggunakan berbagai metode, termasuk pengamatan satelit, pengukuran presisi dengan jam atom, dan pemodelan komputer, untuk mempelajari dinamika internal Bumi dan interaksinya dengan atmosfer dan lautan.

Dampak Jangka Panjang

Meskipun belum ada kepastian mengenai dampak jangka panjang dari percepatan rotasi Bumi, para ilmuwan terus memantau dan menganalisis data untuk mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi. Pemahaman yang lebih baik tentang fenomena ini akan membantu dalam mempersiapkan dan menyesuaikan sistem-sistem yang bergantung pada presisi waktu.

Percepatan rotasi Bumi adalah pengingat bahwa planet kita adalah sistem yang dinamis dan kompleks. Interaksi antara berbagai komponen Bumi, dari inti hingga atmosfer, dapat menghasilkan perubahan yang tak terduga. Penelitian dan pemantauan yang berkelanjutan sangat penting untuk memahami dan mengantisipasi perubahan-perubahan ini.

Sumber: news.detik.com