Hukum & Kriminal 22 Jul 2025, 01:55

Tanggal 22 Juli Memperingati Hari Apa? Ada Hari Bhakti Adhyaksa

22 Juli: Hari Bhakti Adhyaksa dan Sejarah Kejaksaan Republik Indonesia JAKARTA - Tanggal 22 Juli bukan sekadar penanda kalender, tetapi juga momen penting dengan berbagai peringatan nasional dan inter...

22 Juli: Hari Bhakti Adhyaksa dan Sejarah Kejaksaan Republik Indonesia

JAKARTA - Tanggal 22 Juli bukan sekadar penanda kalender, tetapi juga momen penting dengan berbagai peringatan nasional dan internasional. Salah satunya adalah Hari Bhakti Adhyaksa, yang menandai hari lahirnya Kejaksaan Republik Indonesia. Selain itu, tanggal ini juga diperingati sebagai Hari Otak Sedunia. Lantas, apa makna tanggal 22 Juli bagi masyarakat Indonesia dan dunia?

Hari Bhakti Adhyaksa: Kilas Balik Sejarah Kejaksaan

Hari Bhakti Adhyaksa diperingati setiap tanggal 22 Juli sebagai momentum penting bagi Kejaksaan di Indonesia. Peringatan ini juga dikenal sebagai Hari Jadi Kejaksaan Republik Indonesia.

Menurut Kejaksaan Negeri Republik Indonesia, Kejaksaan adalah lembaga pemerintahan yang memiliki peran penting dalam melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan. Selain itu, Kejaksaan juga bertugas mengawasi jalannya penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan di bidang hukum, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pada masa awal kemerdekaan, beberapa tokoh jaksa memiliki peran penting dalam perkembangan Kejaksaan, di antaranya Mr. Gatot Tarunamihardja, Mr. Kasman Singodimedjo, Mr. Tirtawinata, dan R. Soeprapto. Mr. Gatot Tarunamihardja sendiri adalah Jaksa Agung pertama setelah kemerdekaan Indonesia.

Secara resmi, lembaga Kejaksaan baru terbentuk pada tanggal 22 Juli 1960 melalui rapat kabinet pada masa itu. Pembentukan lembaga ini diresmikan melalui Surat Keputusan Presiden RI 1 Agustus 1960 No. 204/1960, yang kemudian disahkan menjadi UU No. 15 Tahun 1961 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kejaksaan Republik Indonesia.

Hari Otak Sedunia: Meningkatkan Kesadaran tentang Kesehatan Otak

Selain Hari Bhakti Adhyaksa, tanggal 22 Juli juga diperingati sebagai Hari Otak Sedunia. Peringatan ini diinisiasi oleh World Federation of Neurology pada tahun 2014. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan otak.

World Federation of Neurology menjelaskan bahwa kesehatan otak adalah upaya menjaga pikiran tetap tajam, tangguh, dan aktif. Otak yang sehat sangat memengaruhi cara seseorang berpikir, belajar, mengingat, dan mengelola stres. Kesehatan otak juga menjadi kunci kesejahteraan, hubungan antar manusia yang kuat, dan kemandirian.

Pada tahun 2025, World Federation of Neurology berencana bekerja sama dengan PBB untuk menetapkan kesehatan otak sebagai prioritas yang diakui secara universal. Melalui kampanye dan advokasi yang masif, lembaga ini berharap kesehatan otak mendapatkan perhatian lebih, mulai dari masa kehamilan hingga dewasa.

Hari Perkiraan Pi: Merayakan Matematika dengan Cara Menyenangkan

Selain dua peringatan di atas, tanggal 22 Juli juga diperingati sebagai Hari Perkiraan Pi. Pi, yang dikenal sebagai rasio keliling lingkaran terhadap diameternya, dirayakan untuk mempelajari ilmu matematika dengan cara yang lebih menyenangkan.

Perayaan ini awalnya dilakukan setiap tanggal 14 Maret, menyesuaikan perkiraan pi dengan dua pembulatan desimal, yaitu 3,14. Namun, sejak tahun 2000-an, penggemar matematika, sekolah, dan pusat sains di dunia mulai merayakan Hari Perkiraan Pi pada tanggal 22 Juli. Mereka berpendapat bahwa perkiraan pi lebih tepat dengan bilangan 22:7, yang lebih luas pemahamannya daripada 3,14.

Dengan berbagai peringatan yang jatuh pada tanggal 22 Juli, momen ini menjadi kesempatan untuk merayakan sejarah, meningkatkan kesadaran tentang kesehatan otak, dan menikmati kesenangan dalam mempelajari matematika.

Sumber: idntimes.com